Selasa, 29 Oktober 2013

Dua Puluh Dua :)

Jika aku bukan jalanmu, kuberhenti mengharapkanmu
Jika aku memang tercipta untukmu, ku kan memilikimu
Jodoh pasti bertemu C:

Masihkah kamu mengingat lagu itu? Lagu yang sayup-sayup dimalam hari aku lantunkan untukmu sebulan yang lalu di akhir September manis untuk mengantarkanmu kedalam alam mimpimu.Lagu yang aku pikir mampu menguatkan kita yang saat itu sedang diambang kehancuran antara ingin mempertahankan-namun-tidak-dapat-dipertahankan.
Namun ternyata aku keliru, justru ini memang harus berakhir sejak dulu sayang. Kita terlalu bodoh dan takut untuk melakukannya.
Apakah itu karena masih ada rasa takut kehilangan diantara kita?

Pernahkah kau berpikir lelaki bermata coklatku. . .
Tidakkah engkau sadar begitu rumit posisi yang sedang aku jadikan sebagai pijakan ini? Bagaimana mungkin kita tetap bertahan sedangkan dia juga mengharapkanmu untuk bertahan dengannya ? Kamu menyalahi kesepakatan kita sayang, kamu mengizinkan oranglain untuk membuat cerita baru didalam cerita kita yang belum kita akhiri dengan kebahagiaan.

Dan konyolnya,dengan lantamnya dia menuduhku sebagai orang yang mengusik kalian berdua. Beritahu dia ,beritahu dia : Dialah yang telah merusak semua mimpi-mimpi kita !!!

Namun aku tahu kamu tak memliki keberanian untuk mempertahankan aku dan melepaskan dia. Aku tahu saat ini memang dialah cinta yang mampu menjangkaumu ketika aku dan kamu dihadapkan dengan takdir yang memisahkan kita.Kita hanya mampu merangkul dan menyentuh melalui doa, doa yang membuatku selama ini bertahan sayang. Namun kembali kesia-siaan yang terjdadi lagi ketika hanya akulah yang selalu menyapamu melalui doa tanpa kamu juga melakukan hal itu.Semua bagaikan melukis pelangi tanpa warna merah,kuning,dan hijau, itu takkan menjadi pelangi, takkan ada kenyataan bahwa pelangi ada.

Aku tahu sayang, semuanya menjadi sia-sia ketika mata kita tak diberi waktu untuk saling menatap, melepas rindu dan saling berbicara dengan bahasa yang hanya dimengerti oleh kita berdua. Jika demikian mengapa mereka yang lain sanggup menjalaninya? Cinta mereka tak dibatasi lautan,samudera bahkan benua sayang ! Serapuh itukah kita yang hanya dipisahkah oleh lautan?

Baiklah, kita sudahi jeritan hati yang tak bersuara ini.
Aku mohon undur diri sayang, aku akan melangkahkan kakiku keluar dari skenario yang tak mampu untuk ku jalani lagi 
Ya sayang, inilah akhir dari penantian dua tahun lebihku untuk menggapaimu , akhir dari dua tahun lebih kisah kita dan akhir dari enam bulan kita diambang ketidakjelasan.
Ya, inilah akhir dari kata "kita" , yang kini benar-benar terpisah dan berdiri sendiri menjadi "aku" dan "kamu" dengan kekuatannya masing-masing.

Terimakasih untuk semuanya duapuluhdua :)